Sebagaimana yang diungkap Detik.com, dalam menjalankan tugas, anggota DPR dibantu asisten pribadi dan staf ahli. Banyak anggota DPR yang siang malam didampingi asisten dan staf ahli perempuan yang cantik. Staf dan asisten nan cantik ini dihubungkan dengan isu perselingkuhan yang marak di DPR. Tak bisa dipungkiri, anggota DPR banyak menghabiskan waktu bersama asisten dan tenaga ahlinya.
“Hampir semua anggota punya staf ahli dan asisten wanita, ke mana-mana mereka bawa sekretaris cantik, tapi tidak bisa katakan selalu selingkuh kan,” ujar Wakil Ketua BK DPR, Nudirman Munir, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/10/2010).
Nudirman menceritakan pengalamannya rapat bersama asisten ataupun staf ahli yang cantik. Kadangkala staf ahli lebih banyak bekerja ketimbang anggota DPR. “Dia duduk di ruangan, dia ikut mencatat, kadangkala juga di hotel. Tapi kembali lagi tidak bisa disimpulkan apakah dua orang berdua dengan staf cantik itu selingkuh,” terang Nudirman.
Nudirman menuturkan, kalaupun kemudian ada laporan anggota selingkuh dengan asisten, itu tidak bisa dibuktikan. Sulit sekali mencari saksi perselingkuhan anggota DPR. “Kalau kemudian ada yang dilaporkan, sulit sekali dikejar karena tidak ada yang menyaksikan perselingkuhan,” ujarnya.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso juga punya cerita sendiri tentang staf ahli anggota DPR nan cantik. Priyo memuji anggotanya yang pandai memilih asisten dan tenaga ahli yang cantik. “Mereka itu banyak yang asistennya cantik-cantik,” puji Priyo sambil tersenyum. Namun demikian Priyo tak yakin staf dan asisten ini yang kemudian membuat anggota DPR melupakan keluarganya. Menurut Priyo anggota DPR harus memikirkan keluarga ketimbang yang lain.
“Tapi kalau (selingkuh) sama stafnya ya kebangetan,” ujar Priyo yang memilih selalu bersama staf laki-lakinya ini. Priyo kemudian menuturkan sulitnya mengejar dan memberi sanksi anggota DPR yang selingkuh. Partai sekalipun sulit mengambil tindakan. “Karena ini urusan keluarga,” argumennya.
Badan Kehormatan (BK) DPR ternyata sering mendapatkan laporan terkait sifat anggota dewan yang suka selingkuh. BK DPR siap menindaklanjuti apapun jenis laporan yang masuk. “Semua hak yang diajukan atau dilaporkan pasti akan proses,” kata Ketua BK DPR, Gayus Lumbun Jumat (22/10/2010). Gayus tidak memperinci berapa banyak dari jumlah laporan yang masuk ke BK itu yang isinya pengaduan soal asmara diluar ikatan pernikahan itu.
“Saya tidak memperinci apa saja jenis pelanggaran yang masuk, saya tidak ingin mengklasfikasikanya, yang jelas semua akan kita proses,” kata Politisi PDIP.
Hingga saat ini, menurut Gayus BK DPR sudah menerima 44 laporan pengaduan. 21 Laporan tersebut langsung ditujukan ke BK DPR. “Sedangkan yang 23 lagi, melalui pimpinan kemudian ditembuskan ke kita,” jelas Gayus.
Menanggapi pernyataan rekannya sesama anggota BK Ali Maschan Moesa, yang mengatakan salah satu dari sekaian banyak pengaduan yang banyak diterima adalah soal perselingkuhan, Gayus tidak membantah. “Kalau beliau yang bilang begitu tentunya beliau yang tahu, ya seperti itulah,” ucapnya.
Gayus juga belum bisa menuturkan sanksi apa yang akan bisa dikenakan jika memang ada anggota dewan yang benar melakukan perselingkuhan. “Sanksinya, ya pokoknya kita akan proses,” tandasnya.
Sebelumnya anggota BK DPR, Ali Maschan Moesa, mengatakan salah satu pengaduan yang banyak diterima adalah soal perselingkuhan. Pelapor mulai dari istri sendiri hingga orang luar yang mengetahui perbuatan itu. “Ya semuanya masih dalam proses. Pengaduan-pengaduan itu kan belum tentu benar, kita pakai azas praduga tidak bersalah,” kata Ali.
sumber: detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar